感受歧視 家傭同行(Merasakan Perlakuan Diskriminasi — Open Door)

即時報道

文:記者殷憂

時間:2013年10月28日 9:09

「唔好去維園啊,那裡的菲律賓人會打你架!」「有讀者投訴你們影響他們的閱讀,所以你們不可以留在這裡。」歧視,到底可以去到幾盡呢?如果,你想感受一下外僱在香港受歧視的狀況,或許只要你跟幾個印傭待上不到半小時,就會遇上跟筆者類似的遭遇。

 印尼文翻譯︰

ad

“Jangan pergi ke Victoria Park, orang Filipina yang disana akan memukulmu”

“Pembaca meng-komplain bahwa kalian mengganggu acara membaca mereka , maka kalian tidak boleh ada disini”.

Diskriminasi, sebenarnya bisa sampai batas mana? Jika, kau ingin merasakan diskriminasi yang diterima para pekerja migran di Hongkong, mungkin kau hanya perlu mengikuti beberapa pekerja migran dari Indonesia dan tidak perlu sampai setengah jam, kau akan menemui hal-hal diskriminasi seperti yang penulis temui.

「家‧傭同行」是香港的一群外傭僱主及市民於2009年創立的組織。該組織希望香港成為一個多元、包容的城市,使每個在香港生活和工作的個體都得到尊重。他們會舉辦不同類型的公眾教育活動,例如公眾講座、外傭分享日、與不同外傭團體合辦文化活動等等,而今次(10月27日)澳門理工學院社工系約三十名學生參加的「周日外傭導賞團」便是他們舉辦的活動之一。

印尼文翻譯︰

Open Door adalah organisasi nirlaba yang terdiri dari sekelompok pekerja migran, majikan dan masyarakat dan didirikan pada tahun 2009 di Hongkong.

Organisasi ini mengharapkan Hongkong menjadi kota yang maju dan beradab sehingga bisa menjadikan setiap pekerja dan orang yang tinggal di Hongkong merasa dihormati dan dihargai.

Open Door juga mengadakan pelbagai macam kegiatan untuk masyarakat umum seperti; seminar untuk publik, sharing pengalaman dan pengetahuan antar pekerja migran, bekerjasama dengan organisasi pekerja migran yang lain untuk mengadakan acara-acara pentas kebudayaan dll. Sedang kali ini(27 oktober) sekitar 30 mahasiswa dari institut Polytechnic Macau jurusan social worker mengikuti kegiatan Tur Hari Minggu bersama Pekerja Migran adalah salah satu contoh kegiatan dari Open Door.

IMG_1995

地點︰穿梭巴士內(Tempat: Di dalam shuttle bus)

剛到香港,登上穿梭巴士後,司機便「好心」勸告︰「唔好去維園啊,那裡的菲律賓人會打你哋架!」然而,我們今次的行程正正是要到香港維多利亞公園,感受一下那裡的外僱在香港的生活狀況,然而要特別指出的是,我們今次要去接觸的是印傭,而不是菲傭。據了解,每個星期日,維園內少有菲傭聚集,他們多數會到中環,維園內出現的那群女性絕大部分都是印傭。

印尼文翻譯︰

Ketika baru saja sampai di Hongkong dan masuk ke shuttle bus, sopir bis ‘berbaik hati’ menasehati: “Jangan pergi ke Victoria Park, orang Filipina yang disana akan memukulmu”. Sedangkan tempat tujuan kami kali ini adalah Victoria Park, untuk memahami kondisi pekerja migran Hongkong disana. Dan yang perlu digarisbawahi adalah bahwa kali ini kami ingin mengenali pekerja migran dari Indonesia bukan Filipina. Menurut pengamatan, setiap hari minggu, jarang sekali pekerja migran dari Filipina berkumpul di Victoria Park, mereka biasanya berkumpul di Central. Sedang kerumunan perempuan yang di Victoria Park, sebagian besar pasti adalah pekerja migran dari Indonesia.

_DSC0361

每逢星期日,香港維多利亞公園都會成為「爪哇村」。
(Setiap hari minggu, Victoria Park di Hongkong akan berubah menjadi ‘Kampung Jawa’.)

 

地點︰香港中央圖書館‧戶外閱讀區(Tempat : Central Library, Hongkong; area baca luar ruangan.)

可能對很多人來說,不論印尼人,菲律賓人,還是越南人,根本沒有分別。只有一個共通點,這些都是「外來人」,這些人都是「佢哋」,不屬於「我哋」。「但是,我哋都在同一個城市生活,大家都應該是『我哋』……」導賞員的Drois輕聲的講解還不到一半,圖書館的保安便要求我們離開,當問及原因時,保安員說︰「有讀者投訴你們影響他們的閱讀,所以你們不可以留在這裡。」我們身邊幾個同行的印僱兼導賞員只好無奈一笑,著我們到附近的其他地方進行講解,而我們身後那幾個香港兒童吹奏著的牧童笛聲,從我們到來直至離開都從未間斷。

印尼文翻譯︰

Mungkin bagi sebagian orang Hongkong; orang Indonesia, orang Filipina dan orang Vietnam adalah tidak berbeda. Hanya ada satu persamaan, mereka adalah ‘Orang Luar’ Orang-orang ini adalah ‘Mereka’ dan tidak termasuk ‘Kami’ tapi kita sama-sama hidup di kota yang sama, seharusnya kita adalah sama-sama ‘Kami’, begitu Doris Lee; salah seorang pemandu kami berbicara lirih dan baru separo, petugas keamanan perpustakaan meminta kami meninggalkan tempat tersebut. Ketika kami berusaha bertanya alasannya, petugas keamanan menjawab; “Ada pembaca yang meng-komplain bahwa kegiatan kalian mengganggu acara baca-baca mereka jadi kalian harus meninggalkan tempat ini”. Beberapa pemandu perjalanan kami yang dari Indonesia hanya tersenyum simpul mendengar ini. Lalu kami berpindah tempat yang tidak jauh dari perpustakaan untuk meneruskan kegiatan. Sedang dibelakang kami, beberapa anak-anak Hongkong bermain musik, sejak kami datang ke perpustakaan ini sampai pergi, belum juga berhenti.

_DSC0372

香港中央圖書館保安員
(Pegawai keamanan di Central Library, Hongkong)

_DSC0388

隨團學生嘗試印尼婦女的衣著打扮。
(Salah satu mahasiswi peserta tur mencoba memakai hijab ala wanita Indonesia.)

地點︰「爪哇村」(維多利亞公園)(Tempat : ‘Kampung Jawa’, Victoria Park.)

每個星期日,香港維多利亞公園一帶都會出現一條「爪哇村」,聚集了大量的印傭,她們在這裡悉心打扮,載歌載舞,或聚餐閒聊,或進行小販買賣,或進行宗教活動,形成了香港一條獨特的風景線。在這裡可以看到有幾個地攤放了一些印尼文的書籍,但不是擺賣,而是她們的「圖書館」。會有這樣特別的「圖書館」,是因為香港的公共圖書館內沒有他們能夠閱讀的書籍,大部份的印尼人都看不懂英文書,能看懂中文的就更少。因此,她們會由印尼買書來港,再進行借還服務。

印尼文翻譯︰

Setiap hari minggu, di Victoria Park, Hongkong akan muncul sebuah ‘Kampung Jawa’, tempat berkumpulnya sebagian besar pekerja migran dari Indonesia. Mereka berpakaian rapi disini, menyanyi dan menari atau hanya ngobrol-ngobrol sembari makan bersama teman-temannya atau bahkan mengadakan praktek jual beli atau ada juga yang mengadakan acara keagamaan; kegiatan-kegiatan mereka disini menjadikan sebuah pemandangan unik tak ada duanya di Hongkong. Disini juga ada terlihat beberapa tempat menyediakan buku-buku berbahasa Indonesia, bukan untuk diperjual belikan tapi ini adalah ‘perpustakaan’ mereka. Muncul ‘perpustakaan’ unik ini adalah karena perpustakaan umum di Hongkong tidak menyediakan buku-buku berbahasa Indonesia. Sebagian besar pekerja migran Indonesia tidak memahami bacaan dalam buku-buku berbahasa Inggris dan yang bisa membaca tulisan Cina-pun lebih sedikit. Oleh karena itu, mereka membawa buku-buku berbahasa Indonesia dari Indonesia kesini dan menjadikannya sebuah perpustakaan untuk dipinjamkan.

_DSC0360    _DSC0356

_DSC0358     _DSC0452

地點︰印尼領事館(周日休息)(Tempat : Konsulat Republik Indonesia( libur di hari minggu))

領事館,一般人應該馬上會想到是協助該國人民的機構。然而,印尼領事館總是在印傭有時間求助的時候休息。香港的印傭,一個星期裡,只有星期日休息,可以有私人時間,然而,印尼領事館卻在這一天休息不辦公。印傭兼導賞員的Yully說︰「試過僱主俾3個鐘我去領事館,但係到我排隊排左3個鐘,都重未輪到我,領事館就收工趕人走。」很多印傭都擔心無法如期完成簽證續期而被遣返印尼,從此就被列入黑名單,便無法再到香港工作。於是,無奈之下,她們會找中介人公司幫忙,Yully說︰「平時係領事館搞就10蚊,俾中介人公司搞就要160蚊。」 導賞團員阿傑說︰「香港政府對印傭不友善,印尼領事館又唔多想理佢地,所以,佢地一直處身於這種兩難既狀況。」他質疑︰「領事館唔係要幫佢哋自己國家的人嗎?點解辦工時間唔可以遷就印傭?」

印尼文翻譯︰

Konsulat; kita akan langsung berpikir adalah sebuah lembaga untuk membantu para rakyat sebuah bangsanya. Sedangkan konsulat Indonesia ketika para rakyatnya membutuhkan malah libur. Kebanyakan pekerja migran Indonesia di Hongkong dalam seminggu mendapat libur sehari yaitu hari minggu, bisa mempunyai waktu luang juga di hari minggu, tetapi konsulat Indonesia malah tidak membuka prakteknya pada hari minggu. Yully, pekerja migran Indonesia yang juga menjadi pemandu acara ini berkata; “Pernah suatu hari, majikan memberi 3 jam waktu untuk ke konsulat tapi saya sudah antri 3 jam masih belum giliran saya, lalu konsulat keburu mau tutup dan menyuruh orang-orang yang antri untuk pergi”. Banyak pekerja migran Indonesia yang takut kalau tidak bisa mengurus perpanjangan dokumen secara tepat waktu lalu harus kembali ke Indonesia dan masuk daftar hitam sehingga tidak bisa bekerja lagi di Hongkong. Mau tidak mau, mereka menggunakan jasa agensi, Yully berkata; “Biasanya mengurus sendiri di konsulat hanya bayar Hk$ 10.- tetapi kalau memakai jasa agensi menjadi Hk$. 160.-. Salah satu pemandu yaitu Ah Kit menambahi; ” Pemerintah Hongkong tidak supel dan ramah terhadap pekerja migran dari Indonesia, konsulat Indonesia sendiri juga sepertinya ogah-ogahan untuk memperdulikan pekerja migran Indonesia jadi selama ini pekerja migran Indonesia berada pada dua kesulitan ini”. Ah Kit meragukan kinerja konsulat Indonesia; ” Konsulat bukannya dihadirkan untuk membantu warganya sendiri? Kenapa jam kerja mereka tidak bisa disesuaikan dengan situasi kondisi pekerja migrannya?

_DSC0400

印尼領事館
(Konsulat Indonesia)

_DSC0403

地點︰登龍閣(Tempat : Dragon Rise)

登龍閣內有很多餐廳和印尼小店,例如賣印尼傳統服飾的小店。香港絕大部分的印尼人都是女性,但很多這些賣印尼傳統服飾的小店都是男裝女裝都有售。Yully說︰「這裡的賣的印尼服飾比印尼貴,但係因為我哋平時無時間去買其他野,所以通常都係買啲衫褲鞋襪寄返印尼。」

印尼文翻譯︰

Di dalam bangunan Dragon Rise, banyak terdapat rumah makan dan toko Indonesia, seperti menjual pakaian adat Indonesia. Orang Indonesia yang berada di Hongkong, sebagian besar adalah perempuan, tapi banyak juga di toko-toko ini menjual pakaian untuk sepasang pria dan wanita. Yully berkata, ” Membeli disini harganya lebih mahal dibanding di Indonesia tapi karena biasanya kita tidak punya waktu untuk beli barang lainnya maka kita beli pakaian untuk dikirim ke Indonesia”.

_DSC0414

印尼傳統服飾
(Pakaian tradisional Indonesia)

_DSC0426

印尼人托運物品回家鄉時所用的紙箱
(Kardus yang dipakai untuk mengirim barang ke Indonesia)

 

_DSC0427

印尼人常用的速遞公司,每公斤港幣10元,最少要托運15公斤,時常要一個月時間才能送到目的地。(Orang Indonesia biasa menggunakan jasa pengiriman barang, per kilogram adalah Hk$10, paling sedikit harus mengirimkan 15 kilogram, biasanya membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk sampai pada tempat tujuan.)

 

地點︰銅鑼灣中心(5蚊雞電梯)(Tempat : Causewaybay Centre( lift Hk$. 5.-))

銅鑼灣中心有兩部「千奇百趣」的電梯,就是逢假日便會向訪客收取5元的維護費。阿傑解釋︰「原先因為這裡有人投訴太多外傭出入,所以就向向外傭收取這些所謂的維護費,但後來被人投訴他們歧視少數族裔,就改為向全部人都收費。但那些職員有時會見到不是外籍人士就不收費。」

印尼文翻譯︰

Causewaybay Centre mempunyai dua lift ‘ajaib’. Yaitu pada hari minggu akan mengharuskan para pengunjungnya membayar Hk$5.- untuk biaya perawatan. Ah Kit menjelaskan,” Awalnya karena ada orang yang komplain terlalu banyak pekerja migran yang keluar masuk, jadi menarik biaya pada para pekerja migran agar membayar Hk$5.- untuk biaya perawatan tapi terus karena ada yang meng-komplain peraturan itu diskriminatif maka dirubah menjadi mengharuskan semua pengunjung untuk bayar”. Kadang, pegawai bangunan melihat pengunjung yang bukan pekerja migran lalu tidak menarik bayaran.

_DSC0422

在香港,印尼人隨處可見。
(Di Hongkong, banyak terlihat orang Indonesia di setiap sudut kota.)

 

_DSC0438

印尼新娘打扮(中間)
(Pakaian dan riasan pengantin wanita Indonesia( tengah))

團員分享(Peserta kegiatan berbagi kesan dan pesan)

這次導賞完結之後,對每一位出席的「未來社工」來說,都帶來不少觸動。有學生甚至不敢相信香港作為一個國際化的文明大都市,竟然對少數族裔的歧視到達這個地步。亦有學生覺得印尼領事館給她最大的感觸,「一個人來到一個人生路不熟的地方,領事館應該是自己最強力的後盾,但想不到卻最基本的支援都做不到。」亦有學生批評「5蚊雞電梯」是極度不合理的做法。

印尼文翻譯︰

Setelah kegiatan perjalanan tur usai, bagi para calon pekerja sosial ini membawa kesan tersendiri. Bahkan ada seorang mahasiswa yang tetap tidak percaya bahwa Hongkong sebagai sebuah kota besar dengan peradabannya, masih memperlakukan diskriminasi terhadap kaum minoritas sampai seperti itu. Namun ada juga seorang mahasiswa yang mempunyai kesan tersendiri terhadap konsulat Indonesia, ” Sendirian merantau ke negeri asing, konsulat seharusnya menjadi sandaran yang kuat, tapi ini untuk pertolongan yang mendasar-pun tidak bisa”. Mahasiswa yang lain berkata bahwa lift yang menarik bayaran Hk$ 5.- adalah peraturan yang sangat tidak rasional.

_DSC0460

「未來社工」分享會
(Para calon pekerja sosial sedang berbagi kesan)

 

Yully分享時說,星期日對印傭來說,是珍貴的休息日,但自己卻不知應該高興還是不該高興。因為所謂的休息日,並不是完全屬於自己的一天。很多傭主都會要求她們或七點前回家,或八點前回家。然而,在出門之前,卻還會要求做完某些工作才批準外出。又或者另一種情況就是,傭主會要求印傭在星期六或星期一的時候,把星期日的工作一併完成。「有時僱主會要我洗完奶樽先準出,但我重有野未做完,一陣佢又話我做乜重未洗奶樽,我話先生,我好樂意你咁勤力洗奶樽,先生之後就無再咁樣做。」

印尼文翻譯︰

Yully ketika pada acara berbagi kesan berkata bahwa hari minggu bagi pekerja migran Indonesia adalah hari yang sangat spesial dan berharga. Tetapi juga tidak tahu apa pantas untuk dihargai atau tidak karena walau libur tetapi bukan sepenuhnya libur sehari penuh. Banyak majikan menuntut mereka untuk pulang ketempat kerja sebelum jam 7 atau 8 malam. Sedangkan sebelum keluar untuk libur, mereka juga harus menyelesaikan pekerjaan mereka dulu baru keluar untuk libur. Atau dalam situasi lain, majikan akan menuntut pekerja migran Indonesia-nya untuk menyelesaikan sekaligus  pekerjaan pada hari sabtu dan minggu pada hari sabtu atau senin-nya. ” Kadang majikan menuntut saya untuk mencuci semua botol susu bayi baru boleh keluar libur tapi saya masih harus mengerjakan pekerjaan lainnya yang belum selesai lalu majikan tanya kenapa belum selesai mencuci botol susu, saya bilang, Tuan, saya sangat senang anda rajin mencuci botol susu sendiri kemudian dia tidak pernah berkata seperti itu lagi.

據了解,香港目前外傭數字達30萬,其中印傭數字達13萬。但像Yully那樣有勇氣向僱主說「不」的外傭卻少之又少。因為她們大部分都擔心會被僱主解僱,就要立刻返回印尼,所以只能被迫接受不同程度的剝削和虐待。

印尼文翻譯︰

Menurut beberapa data, sampai saat ini jumlah pekerja migran di Hongkong adalah sampai 300.000 jiwa dan pekerja migran dari Indonesia mencapai 130.000 jiwa. Tapi yang mempunyai keberanian seperti Yully untuk berkata ‘Tidak’ adalah sangat kecil. Sebab kebanyakan dari mereka takut dipecat oleh majikan lalu harus segera kembali ke Indonesia jadi mereka hanya bisa menerima pelbagai macam perlakuan ketidak adilan dengan terpaksa.

_DSC0453